Category Archives: Uncategorized

Kegiatan Pemantauan Skripsi

Standard

Lulusan pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ direncanakan akan menjalani ujian skripsi selambat-lambatnya pada pekan terakhir ujian yaitu 10 Agustus 2018. Untuk menjamin mutu serta kualitas tugas akhir, prodi mengadakan kegiatan Pemantauan Skripsi. Kegiatan berupa diskusi yang diadakan pada Kamis, 5 Juli 2018, dihadiri Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (diwakili Wakil Dekan I) Dr. Ifan Iskandar, M.Hum, Koprodi Pendidikan Bahasa Mandarin Ayu Trihardini, M.A., dosen prodi Rizky Wardhani, M.Pd., MTCSOL. dan Aprilia Ruby Wikarti, M.A. serta 11 mahasiswa angkatan 2014 peserta skripsi. Hasil kegiatan berupa informasi mengenai perkembangan penulisan skripsi mahasiswa, sebagian besar mahasiswa memenuhi target penulisan yang ditetapkan dan akan mengikuti sidang sesuai jadwal. (AT)

Advertisements

Penyelenggaraan Pelatihan Metodologi Pengajaran Bahasa Mandarin yang Mudah, Menarik, Menyenangkan dan Efektif

Standard

Mengawali tahun 2018, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (PSPBM – UNJ)  menyelenggarakan pelatihan guru bahasa Mandarin se-Jabodetabek. Pelatihan kali ini diselenggarakan atas kerja sama PSPBM – UNJ dengan Lembaga PRIME MANDARIN yang berkantor pusat di Medan, Sumatera Utara dan WORLD NIHAO yang berkantor pusat di Harbin, RRC.

Pelatihan guru bahasa Mandarin yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 20 Januari 2018 ini mengangkat tema”Metodologi Pengajaran Bahasa Mandarin yang Mudah, Menarik, Menyenangkan dan Efektif”.  Materi disampaikan oleh Mr. Iglesias Gao (高靖瑶老师)mewakili WORLD NIHAO,Ms. Zheng Yanfeng (郑燕凤老师)dosen penutur jati di PSPBM – UNJ mewakili Confucius Institute – PBM UAI (孔子学院),serta Ibu Aprilia Ruby Wikarti (dosen PSPBM – UNJ ). Materi yang disampaikan mencakup metodologi pengajaran bahasa Mandarin secara umum,  keterampilan menyimak/ berbicara serta keterampilan membaca/ menulis.

Peserta yang hadir berjumlah 55 orang yang berasal dari institusi pendidikan formal dan nonformal di wilayah Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang dan Bekasi.  Selain guru-guru TK, SD, SMP, SMA/SMK, juga hadir sebagai peserta pelatihan adalah guru-guru dari tempat kursus, Sekolah Bahasa POLRI, pengajar privat dan Sekolah Tinggi lain.

Hal yang berbeda pada pelatihan kali ini dibandingkan pelatihan-pelatihan serupa sebelumnya adalah adanya sessi sharing pengalaman belajar di RRC mengambil S2/S3 serta trik mendapatkan beasiswa untuk belajar di sana. Selain itu, pada akhir acara dilaukan pembagian buku sample buku pelajaran bahasa Mandarin.

Dari hasil kuesioner didapati beberapa masukan terkait topik-topik pelatihan yang diharapkan peserta. Salah satunya adalah bagaimana melaksanakan suatu pembelajaran bahasa Mandarin Terpadu yang menarik dan menyeluruh. (HP)

Mandarin UNJ Mengikuti Lokakarya Pengembangan Perangkat Kuliah Pengajaran BIPA

Standard

Dalam rangka mempersiapkan dosen-dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) menyelenggarakan Lokakarya Sehari bertema: Pengembangan Perangkat Kuliah Pengajaran BIPA.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada hari Sabtu, 25 November 2017 bertempat di Aula Gedung Samudra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun – Jakarta Timur. Tiga orang pakar pengajaran BIPA membagi ilmu dan pengalaman dalam pengajaran BIPA, yaitu: Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd.; Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd. dan Dr. Felicia Nuradi Utorodewo, S.S.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang membuka atau yang akan segera membuka kelas BIPA. Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Seni – UNJ mengirim wakilnya, Hudiyekti P. untuk menghadiri kegiatan ini bersama enam dosen lain di lingkungan FBS – UNJ.

Dalam lokakarya ini, materi yang dibahas mencakup: Konsep PBIPA, Kebijakan Ke-BIPA-an, dan Silabus PBIPA  yang disampaikan oleh Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd.; Pengajaran Tata Bahasa bagi Calon Pengajar BIPA disampaikan oleh Dr. Felicia Nuradi Utorodewo, S.S.; terakhir Pengajaran Keterampilan Berbahasa dan Pengelolaan Kelas Perkuliahan PBIPA disampaikan oleh Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd.. Setelah para pembicara menyampaikan materi, peserta dibagi kelompok dan membahas Pengembangan Perangkat Ajar untuk Perkuliahan BIPA, Manajemen Kelas Perkuliahan BIPA serta Materi Kebahasaan untuk Calor Pengajar BIPA. (HP)

Kunjungan National Chiayi University (NCYU), Taiwan serta penjajakan kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta

Standard

National Chiayi University terbentuk atas gabungan dari National Chiayi Institute of Technology (NCIT) dan National Chiayi Teachers College (NCTC) pada tahun 2000. Saat ini National Chiayi University memiliki 7 fakultas. NCYU merupakan salah satu universitas tertua dan terbesar di selatan Taiwan.

 

Pada Rabu 15 November 2017, delegasi dari NCYU datang berkunjung ke UNJ. Seluruh delegasi berjumlah 3 orang yaitu: Mr. Li Hongwen (Dekan Fakultas Manajemen), Mr. Weng Bochun (Dosen dari Fakultas Mikrobiologi, Imunologi, dan Biofarmasi), Mr. Yang Zhengcheng (Dosen dari Pascasarjana Administrasi Pendidikan dan Pengembangan Kebijakan). Delegasi disambut langsung oleh bapak Achmad Ridwan selaku Wakil Rektor IV beserta timnya. Pada pertemuan tersebut turut hadir Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan ibu Aprilia Ruby Wikarti sebagai perwakilan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin.

 

Pada pertemuan ini UNJ dan NCYU berdiskusi tentang penjajakan kerjasama antara dua universitas. Diharapkan di masa yang akan datang, kerjasama tersebut dapat diwujudkan dalam program-program yang bermanfaat bagi kedua universitas. (ARW)

Diskusi Terbatas “Cara Mudah Belajar Bahasa Mandarin”

Standard

Penyelenggaraan perkuliahan di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah memasuki tahun ke-3. Sebagai universitas negeri, kami menghadapi banyak tantangan. Salah satunya yaitu, sebagian besar mahasiswa kami sangat awam dengan bahasa Mandarin. Mengatasi hal tersebut, kami memandang perlu mengadakan sebuah diskusi mengenai pengetahuan bahasa Mandarin secara khusus.

Pada acara diskusi kali ini, kami mengundang Dr. Hendry Jurnawan, dosen Universitas Panca Bhakti, Pontianak  sebagai pembicara. Peserta diskusi yaitu mahasiswa angkatan 2016, yang saat ini masih duduk di semester 1. Diskusi diadakan pada hari Rabu, 16 November di gedung DE 103, Kampus A Universitas Negeri Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hendry Jurnawan menyampaikan kekagumannya atas prestasi yang diraih mahasiswa-mahasiswa PSPBM UNJ pada lomba National Mandarin Competition 2016.

Selain memberikan motivasi belajar, beliau juga mengungkapkan pendapatnya yang penting untuk kita renungkan bersama “Bahasa Mandarin bukanlah bahasa etnis tertentu, tapi sudah merupakan bahasa internasional. Siapapun dapat mempelajarinya.” (AT)

 

Ikutan Wushu, yuk!

Standard

Setelah libur antar semester berlalu, akhirnya datang juga masa berlatih wushu!

Wushu merupakan program ekstra kurikuler yang diadakan BEM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin. Usianya memang baru setahun. Meski begitu, kami tidak tanggung-tanggung, pengajarnya datang langsung dari Tiongkok  atas kerja sama Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ dan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia.

Bagi yang berminat ikut, mari merapat. Bisa hubungi narahubung Wushu kami yaitu Lya (2014) di BEM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, kami tunggu ya! Mari berlatih wushu bersama!

 

Wushu: dari Tiongkok ke Universitas Negeri Jakarta

Standard

z

Wushu berasal dari kata wu “ilmu perang” dan shu “seni”. Sehingga wushu atau martial arts dapat diartikan sebagai seni untuk berperang atau seni beladiri. Selain seni beladiri, melalui wushu kita juga mempelajari kebudayaan Tiongkok.

Wushu merupakan seni beladiri dari Tiongkok, mempunyai sejarah yang panjang. Sejak awal perkembangan wushu, pelatihan wushu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, untuk ketahanan fisik, disebut qigong atau ilmu pernapasan. Kedua, untuk bertempur secara fisik, disebut waigong atau teknik tempur.

Salah satu manfaat wushu adalah mengolah diri dan raga. Kegunaan lain, untuk pengobatan dan mencapai ketentraman jiwa. Seiring dengan perkembangannya, wushu yang dahulu dikenal sebagai seni bela diri mulai berkembang menjadi ilmu olahraga. Dengan kata lain, tradisi wushu berubah dari arena perang ke arena olahraga yang dipertandingkan.

Wushu memiliki materi pembelajaran yang kaya, dengan golongan yang beragam. Setiap golongan mempunyai gaya, teknik, dan karakter tersendiri. Namun pada umumnya teknik saat berlatih dan pelaksanaannya terdapat banyak persamaan.

Wushu mengandung paham Yin-Yang “positif-negatif” sebagai dasar pembelajaran. Maka wushu mengutamakan kekuatan sekaligus kelenturan yang pergerakannya saling menunjang. Pada umumnya gerakan wushu tidak harus impulsif, kuat dan bertenaga. Dalam wushu, kita harus menyimpan tenaga terlebih dahulu, baru sepenuhnya mengeluarkan kekuatan.

Wushu mengutamakan penyatuan tenaga dari dalam dan luar. Keharmonisan antara gaya yang alamiah, gerak tangan, mata dan tubuh serta membuat olahraga ini penuh kharisma dan wibawa. Wushu selalu memperhatikan penyaluran chi “energi” dalam, otot dan tendon secara terus menerus, tidak terputus-terputus.

bFakta-fakta unik mengenai wushu yaitu :

Dalam Wushu terdapat 5 elemen yang mempunyai arti, diantaranya:

  1. Air:  Melambangkan kehidupan dan kelembutan. Air memberi makan tumbuhan dan bentuk air sendiri yang fleksibel, selalu sesuai dengan wadahnya.
  2. Kayu: Melambangkan tulang dan otot, sebagai energi dari kehidupan. Jika terkena api akan mengakibatkan terbentuknya panas sebagai te
    naga (otot).
  3. Api: Melambangkan kekuatan dan ketangkasan. Api memberi nutrisi dari hasil pembakaran yang membuat pembaharuan dalam kemajuan.
  4. Bumi: Melambangkan pertahanan, memberikan tempat bagi berbagai unsur untuk berkembang.
  5. Logam: Melambangkan penggunaan senjata, mengkombinasikan berbagai unsur yang bermanfaat untuk menguasai berbagai senjata yang sangat penting bagi wushu.

Hubungan berbagai unsur dalam wushu adalah air mendinginkan api, api menempah logam, logam memotong kayu, kayu tumbuh dari bumi, bumi mengontrol air. Semua unsur ini saling berhubungan satu sama lain.

Sejak tahun 2014 tepatnya pada tanggal 10 April, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah mengadakan sebuah ekstrakulikuler wushu. Diadakan setiap hari Jumat, bertempat di panggung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ. Latihan dimulai pada pukul 5 hingga pukul 6 sore. Pelatih wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yaitu Yang Laoshi merupakan guru bantu dari Konfusius Institute UAI Jakarta, yang mempelajari wushu secara institusional.

y

Tim wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin tampil di ARTEC Fair 2015, FBS UNJ

Wushu bermanfaat untuk tubuh juga bermanfaat untuk pertahanan diri. Wushu merupakan ekskul pertama di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ. Melalui ekskul wushu, diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai seni bela diri Tiongkok serta menjadi wadah pertukaran kebudayaan Tiongkok-Indonesia. Hingga saat ini, tim wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah tampil di pelbagai acara seperti Art, Education and Culture (ARTEC) di bulan Mei 2015, Bakti Sosial dan Acara Kumpul Satu Keluarga (BAKSO AKSARA) di bulan November 2015 dan lain-lain.  (LNA)

Dajia Hao!

Standard

Perkenalkan! Kami keluarga besar  Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tulisan-tulisan pada blog ini merupakan perjalanan kami dalam bertumbuh bersama. Melalui blog ini, teman-teman dapat mengetahui informasi mengenai berbagai perkembangan Prodi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), BEM Prodi, serta karya-karya mahasiswa-mahasiswi Prodi kami.

Selamat membaca!