Category Archives: Uncategorized

Kunjungan National Chiayi University (NCYU), Taiwan serta penjajakan kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta

Standard

National Chiayi University terbentuk atas gabungan dari National Chiayi Institute of Technology (NCIT) dan National Chiayi Teachers College (NCTC) pada tahun 2000. Saat ini National Chiayi University memiliki 7 fakultas. NCYU merupakan salah satu universitas tertua dan terbesar di selatan Taiwan.

 

Pada Rabu 15 November 2017, delegasi dari NCYU datang berkunjung ke UNJ. Seluruh delegasi berjumlah 3 orang yaitu: Mr. Li Hongwen (Dekan Fakultas Manajemen), Mr. Weng Bochun (Dosen dari Fakultas Mikrobiologi, Imunologi, dan Biofarmasi), Mr. Yang Zhengcheng (Dosen dari Pascasarjana Administrasi Pendidikan dan Pengembangan Kebijakan). Delegasi disambut langsung oleh bapak Achmad Ridwan selaku Wakil Rektor IV beserta timnya. Pada pertemuan tersebut turut hadir Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan ibu Aprilia Ruby Wikarti sebagai perwakilan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin.

 

Pada pertemuan ini UNJ dan NCYU berdiskusi tentang penjajakan kerjasama antara dua universitas. Diharapkan di masa yang akan datang, kerjasama tersebut dapat diwujudkan dalam program-program yang bermanfaat bagi kedua universitas. (ARW)

Advertisements

Diskusi Terbatas “Cara Mudah Belajar Bahasa Mandarin”

Standard

Penyelenggaraan perkuliahan di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah memasuki tahun ke-3. Sebagai universitas negeri, kami menghadapi banyak tantangan. Salah satunya yaitu, sebagian besar mahasiswa kami sangat awam dengan bahasa Mandarin. Mengatasi hal tersebut, kami memandang perlu mengadakan sebuah diskusi mengenai pengetahuan bahasa Mandarin secara khusus.

Pada acara diskusi kali ini, kami mengundang Dr. Hendry Jurnawan, dosen Universitas Panca Bhakti, Pontianak  sebagai pembicara. Peserta diskusi yaitu mahasiswa angkatan 2016, yang saat ini masih duduk di semester 1. Diskusi diadakan pada hari Rabu, 16 November di gedung DE 103, Kampus A Universitas Negeri Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hendry Jurnawan menyampaikan kekagumannya atas prestasi yang diraih mahasiswa-mahasiswa PSPBM UNJ pada lomba National Mandarin Competition 2016.

Selain memberikan motivasi belajar, beliau juga mengungkapkan pendapatnya yang penting untuk kita renungkan bersama “Bahasa Mandarin bukanlah bahasa etnis tertentu, tapi sudah merupakan bahasa internasional. Siapapun dapat mempelajarinya.” (AT)

 

Ikutan Wushu, yuk!

Standard

Setelah libur antar semester berlalu, akhirnya datang juga masa berlatih wushu!

Wushu merupakan program ekstra kurikuler yang diadakan BEM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin. Usianya memang baru setahun. Meski begitu, kami tidak tanggung-tanggung, pengajarnya datang langsung dari Tiongkok  atas kerja sama Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ dan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia.

Bagi yang berminat ikut, mari merapat. Bisa hubungi narahubung Wushu kami yaitu Lya (2014) di BEM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, kami tunggu ya! Mari berlatih wushu bersama!

 

Wushu: dari Tiongkok ke Universitas Negeri Jakarta

Standard

z

Wushu berasal dari kata wu “ilmu perang” dan shu “seni”. Sehingga wushu atau martial arts dapat diartikan sebagai seni untuk berperang atau seni beladiri. Selain seni beladiri, melalui wushu kita juga mempelajari kebudayaan Tiongkok.

Wushu merupakan seni beladiri dari Tiongkok, mempunyai sejarah yang panjang. Sejak awal perkembangan wushu, pelatihan wushu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, untuk ketahanan fisik, disebut qigong atau ilmu pernapasan. Kedua, untuk bertempur secara fisik, disebut waigong atau teknik tempur.

Salah satu manfaat wushu adalah mengolah diri dan raga. Kegunaan lain, untuk pengobatan dan mencapai ketentraman jiwa. Seiring dengan perkembangannya, wushu yang dahulu dikenal sebagai seni bela diri mulai berkembang menjadi ilmu olahraga. Dengan kata lain, tradisi wushu berubah dari arena perang ke arena olahraga yang dipertandingkan.

Wushu memiliki materi pembelajaran yang kaya, dengan golongan yang beragam. Setiap golongan mempunyai gaya, teknik, dan karakter tersendiri. Namun pada umumnya teknik saat berlatih dan pelaksanaannya terdapat banyak persamaan.

Wushu mengandung paham Yin-Yang “positif-negatif” sebagai dasar pembelajaran. Maka wushu mengutamakan kekuatan sekaligus kelenturan yang pergerakannya saling menunjang. Pada umumnya gerakan wushu tidak harus impulsif, kuat dan bertenaga. Dalam wushu, kita harus menyimpan tenaga terlebih dahulu, baru sepenuhnya mengeluarkan kekuatan.

Wushu mengutamakan penyatuan tenaga dari dalam dan luar. Keharmonisan antara gaya yang alamiah, gerak tangan, mata dan tubuh serta membuat olahraga ini penuh kharisma dan wibawa. Wushu selalu memperhatikan penyaluran chi “energi” dalam, otot dan tendon secara terus menerus, tidak terputus-terputus.

bFakta-fakta unik mengenai wushu yaitu :

Dalam Wushu terdapat 5 elemen yang mempunyai arti, diantaranya:

  1. Air:  Melambangkan kehidupan dan kelembutan. Air memberi makan tumbuhan dan bentuk air sendiri yang fleksibel, selalu sesuai dengan wadahnya.
  2. Kayu: Melambangkan tulang dan otot, sebagai energi dari kehidupan. Jika terkena api akan mengakibatkan terbentuknya panas sebagai te
    naga (otot).
  3. Api: Melambangkan kekuatan dan ketangkasan. Api memberi nutrisi dari hasil pembakaran yang membuat pembaharuan dalam kemajuan.
  4. Bumi: Melambangkan pertahanan, memberikan tempat bagi berbagai unsur untuk berkembang.
  5. Logam: Melambangkan penggunaan senjata, mengkombinasikan berbagai unsur yang bermanfaat untuk menguasai berbagai senjata yang sangat penting bagi wushu.

Hubungan berbagai unsur dalam wushu adalah air mendinginkan api, api menempah logam, logam memotong kayu, kayu tumbuh dari bumi, bumi mengontrol air. Semua unsur ini saling berhubungan satu sama lain.

Sejak tahun 2014 tepatnya pada tanggal 10 April, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah mengadakan sebuah ekstrakulikuler wushu. Diadakan setiap hari Jumat, bertempat di panggung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ. Latihan dimulai pada pukul 5 hingga pukul 6 sore. Pelatih wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yaitu Yang Laoshi merupakan guru bantu dari Konfusius Institute UAI Jakarta, yang mempelajari wushu secara institusional.

y

Tim wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin tampil di ARTEC Fair 2015, FBS UNJ

Wushu bermanfaat untuk tubuh juga bermanfaat untuk pertahanan diri. Wushu merupakan ekskul pertama di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ. Melalui ekskul wushu, diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai seni bela diri Tiongkok serta menjadi wadah pertukaran kebudayaan Tiongkok-Indonesia. Hingga saat ini, tim wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah tampil di pelbagai acara seperti Art, Education and Culture (ARTEC) di bulan Mei 2015, Bakti Sosial dan Acara Kumpul Satu Keluarga (BAKSO AKSARA) di bulan November 2015 dan lain-lain.  (LNA)

Dajia Hao!

Standard

Perkenalkan! Kami keluarga besar  Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tulisan-tulisan pada blog ini merupakan perjalanan kami dalam bertumbuh bersama. Melalui blog ini, teman-teman dapat mengetahui informasi mengenai berbagai perkembangan Prodi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), BEM Prodi, serta karya-karya mahasiswa-mahasiswi Prodi kami.

Selamat membaca!