Makanan Khas Musim Dingin Cina

Standard

Sebagai negara dengan 4 musim, Cina memiliki musim dingin yang biasanya dimulai sejak bulan November hingga Februari. Pada musim dingin ini, daratan Cina yang luas mempunyai iklim yang relatif beragam, tergantung letaknya. Semakin ke utara, maka akan semakin dingin, hingga bersuhu sekian minus derajat celcius. Untuk menghangatkan tubuh, ada lho panganan khas yang biasa dinikmati penduduk Cina. Apa saja? Kita bahas beberapa nih, yang menurut kami paling cocok rasanya di lidah orang Indonesia:

1. 火锅 (Huoguo)/ Hotpot huoguo terdiri dari makanan yang dididihkan langsung di panci logam yang biasanya dietakkan di tengah meja makan. Makanan yang dididihkan terdiri dari sayuran, potongan daging sapi, ayam dll. Biasanya makanan ini sering dimakan pada saat musim dingin.

2. Di provinsi Liaoning terdapat hidangan khas yaitu sup ayam dan jamur. Sup ini juga dihidangkan bersama dengan mie kentang yang teksturnya empuk. Karena mampu menghangatkan badan, sup ini biasa digunakan sebagai makanan untuk menyambut musim dingin di Cina bagian utara.

3. Kemudian ada chile-fried chicken cubes atau yang dikenal juga dengan na

ma La Zi Ji. Kombinasi bumbu pedas dari lada, cabai dan wijen yang membungkus dada ayam membuatnya begitu nikmat. Berasal dari wilayah Chongqing, sajian yang satu ini juga dipercaya mampu untuk menghangatkan badan.

4. Dari provinsi Sichuan ada makanan khas dengan bumbu lada dan cabai merah bernama mapo tofu. Terbuat dari daging babi yang digiling, kacang hitam, bawang putih dan green onions, mapo tofu banyak disukai karena rasa pedas menyengat sehingga dapat digunakan sebagai penghangat badan di musim dingin.

Nah, jika berkesempatan mengunjungi Cina di saat musim dingin, tidak ada salahnya mencoba makanan-makanan ini.

百闻不如一见!

Selamat mencoba!

(YI/AT)

Advertisements

About mandarinunj

Majalah dinding Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta. Bagi mahasiswa-mahasiswi Prodi yang ingin mengirimkan karya, dapat menghubungi Redaksi Mading angkatan 2014. Penanggung Jawab: Ayu Trihardini, M.A. (Ketua Prodi) Kepala Redaksi dan Editor: Vanya Zelia, S.S., M.Pd. (Dosen Pembimbing BEM) Redaksi: Putri Sri Maijayanti, Luthfia Nabilla.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s