Monthly Archives: January 2016

Grafem dan Jenis Aksara

Standard

Seringkali kita mendengar istilah-istilah seperti huruf, grafem dan aksara. Jika kita membicarakan ketiga hal tersebut, maka kita juga membicarakan mengenai tulisan.

Tulisan merupakan representatif dari bahasa lisan yang bersifat sekunder. Pada hakikatnya, bahasa merupakan perwujudan bunyi. Dengan kata lain, manusia dapat berkomunikasi tanpa tulisan. Namun pada kehidupan modern sekarang ini, peran dan fungsi tulisan sangatlah besar. Bahkan seringkali perkembangan suatu masyarakat dikaitkan dengan kemampuannya membuat sistem tulisan atas bahasa lisannya.

Jika bahasa lisan berkaitan dengan bunyi, maka bahasa tulis tentu berkaitan dengan huruf. Pembahasan mengenai huruf ini dipelajari di bidang grafologi.

Secara etimologis, kata “grafologi” berasal dari kata graf, yaitu satuan terkecil dalam aksara yang belum ditentukan statusnya, dan logos, yang berarti ilmu.

Dalam bidang grafologi, terdapat istilah grafem yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah satuan terkecil sebagai pembeda dalam sebuah sistem aksara. Grafem lebih tepatnya dapat diartikan sebagai satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem, suku kata ataupun morfem, tergantung dari karakteristik segmentasi sistem bahasa yang bersangkutan (Trihardini, 2014).

Untuk lebih jelasnya lagi, grafem harus terlebih dahulu dibedakan dengan fonem.
Fonem merujuk pada bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi diucapkan, dituliskan dengan tanda /…/. Sedangkan grafem merujuk pada huruf yang melambangkan fonem tersebut, dituliskan dengan tanda <…>. Misalnya pada kata “Baju” terdiri atas 4 fonem yaitu /b/,/a/,/j/,/u/ dan juga kebetulan memiliki 4 grafem yaitu <b>,<a>,<j>,<u>. Namun, dapat kita perhatikan pada kata “Pirang” terdapat 5 fonem yaitu /p/,/i/,/r/,/a/,/ ƞ/ sedangkan grafemnya terdiri atas 6 grafem, yaitu <p>,<i>,<r>,<a>,<n>,<g>.

Grafem sangat erat hubungannya dalam dengan pembentukan suatu aksara. Secara etimologis, kata ”aksara” berasal dari bahasa Sansakerta yaitu ”a-” yang artinya tidak, dan ”khsara” yang artinya termusnahkan. Jadi, aksara adalah sesuatu yang tidak termusnahkan.

Berdasarkan karakteristik segmentasinya, aksara dapat dibagi menjadi 3 jenis (Trihardini, 2014):

  1. Aksara alfabetis: aksara yang setiap grafem atau hurufnya menggambarkan satu fonem. Misalnya: aksara Latin, aksara Romawi yang dipakai dalam Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jerman.
  2. Aksara silabis: aksara yang setiap grafem atau hurufnya menggambarkan satu suku kata. Misalnya: aksara Jepang (Katakana, Hiragana)
  3. Aksara morfemis: aksara yang setiap grafem atau hurufnya menggambarkan satu morfem. Morfem sebagai satuan terkecil penulisan, yang juga merupakan satuan terkecil bunyi dan makna. Misalnya: aksara Cina atau hanzi.

Pada beberapa aksara di dunia, terdapat istilah yang disebut dengan alograf. Alograf merupakan bagian dari grafem yang bentuk dari grafemnya dalam satuan tulis dapat berbeda-beda sesuai dengan posisinya. Misalnya pada aksara Hiragana dalam bahasa Jepang. Huruf hiragana つ (tsu) bila dalam suatu kata posisinya sebagai bagian dari pembentuk kata dasar seperti 待つ(Matsu = Menunggu), maka bentuk hurufnya standar penulisan biasa dalam huruf hiragana. Namun jika posisinya sebagai konsonan rangkap atau suara kembar (Salah satu sistem baca dalam bahasa Jepang), maka penulisannya akan berbeda. Ukurannya berubah menjadi sedikit kecil. Misalnya がっこう (Gatsukou dibaca Gakkou = Sekolah). (DS)

Daftar Pustaka

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2009. Fonologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kridalaksana, Harimurti. 2006. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, Harimurti. 2009. Sejarah Kebudayaan Indonesia: Bahasa, Sastra, dan Aksara. Jakarta: Rajawali Pers.

Trihardini, Ayu dan Aprilia Ruby Wikarti. 2014. Diktat Mata Kuliah Pengantar Linguistik Umum. Jakarta: Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Jakarta.

Nge-bakso!

Standard
Nge-bakso!

Bakso memang menjadi pilihan di kala hujan. Apalagi kalau bakso yang satu ini. Bukan sembarang bakso!

Bakti Sosial dan Acara Kumpul Satu Keluarga (Bakso Aksara) merupakan acara yang diadakan oleh BEM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ pada tanggal 20 November 2015 di taman Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Jakarta. Sesuai dengan nama acaranya, kegiatan ini merupakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan sumbangan kepada anak yatim piatu berupa pakaian, sepatu, buku, dan barang-barang layak pakai lainnya. Barang-barang tersebut diberikan langsung oleh panitia acara ke sebuah panti asuhan di bilangan Senen. Kegiatan Bakso Aksara ini bertujuan untuk memperkenalkan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin kepada masyarakat luas serta menambah keakraban antarmahasiswa dan dosen.

Acara ini juga mengundang seorang pembicara yaitu Prof. Cai Jincheng. Beliau adalah dosen bahasa Indonesia di Guangdong University of Foreign Studies, Guangzhou RRT. Pada kesempatan ini, Prof. Cai Jincheng memberikan informasi mengenai beasiswa belajar di Cina untuk mahasiswa, serta informasi mengenai kehidupan mahasiswa asing di Cina, khususnya mahasiswa Indonesia. Agar lebih jelas, diadakan sesi tanya jawab mengenai informasi-informasi tersebut. Pada acara tersebut juga diisi dengan penampilan tarian, lagu, story telling, wushu, dan suling Tiongkok, yang ditampilkan oleh mahasiswa-mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ. Bukan main penampilan teman-teman kami ini. Salut untuk seluruh panitia dan pengisi acara dari angkatan 2014, 2015.

Usai berkegiatan, Ketua Panitia Dita Ajeng Sari (2014) mengajak seluruh Keluarga Besar PSPBM makan malam bersama di DE 103. Bakso Aksara bukan hanya seru acaranya, tapi juga kebersamaannya! (PSM)12307394_10153634828940490_6755666611605861104_o.jpg

11223688_10208096720681695_7424770355569687969_n12250177_10208096721241709_2048541394898203276_n

Mengenal Pidgin

Standard

Lingua franca, istilah ini mungkin sangat sering kita temui. Namun sedikit dari kita yang pernah mendengar istilah pidgin. Apa itu pidgin?

Pidgin didefinisikan sebagai sebuah bahasa yang mengalami penyederhanaan sebagai akibat dari adanya hubungan antar penutur bahasa dengan latar belakang bahasa ibu yang berbeda.

“A pidgin is a language with no native speakers: it is no one’s first language but is a contact language. That is, it is the product of a multilingual situation in which those who wish to communicate must find or improvise a simple language system that will enable them to do so” (Wardhaugh, 2010:58).

Sehingga secara sederhana boleh dikatakan bahwa pidgin lebih mengarah kepada sebuah bahasa pergaulan atau contact language, bahasa yang terjadi karena situasi multibahasa. Pidgin tidak mempunyai penutur asli namun pidgin menjadikan suatu bahasa tertentu semisal bahasa Inggris atau bahasa lain sebagai bahasa yang dipakai dalam situasi yang menuntut adanya komunikasi antar kelompok masyarakat sosial dengan latar belakang bahasa yang berbeda. Dasar inilah yang kemudian mengalami penyederhanaan, artinya sistem atau kaidah yang ada berbeda dari bahasa dasar, karena pidgin harus memenuhi fungsinya sebagai alat komunikasi sosial. Maka definisi pidgin dapat disarikan menjadi dua, yaitu :

  • Pidgin merupakan variasi bahasa yang tidak memiliki penutur asli.
  • Pidgin adalah variasi bahasa yang bercirikan penyederhanaan atau simplification. Lazimnya aspek yang mengalami penyederhanaan adalah tata bahasa dan kosa kata.

Apabila diamati secara etimologis, istilah bahasa Inggris pidgin kemungkinan besar diambil dari kata benda business yang berarti perdagangan. Mula-mula, kata ini merupakan ragam yang penting sebagai bahasa bantu dalam sebuah kontak bahasa. Oleh karena pengaruh substratum Cina, perkembangan kata pidgin kemungkinannya adalah seperti berikut: /bisnis/ > /pizin/ > /pizin/ > /pidgin/ (Suhardi dkk, 1995). Selaras dengan pendapat Suhardi, Holmes (2001) menyatakan bahwa kata pidgin mungkin berasal dari business yang dilafalkan dalam bahasa Inggris pidgin yang berkembang pada bangsa Cina, atau mungkin dari bahasa Yahudi yaitu pidjom yang berarti perdagangan atau pertukaran. Kemungkinan juga kata pidgin berasal dari kombinasi dua huruf bahasa Cina yaitu péi dan tsˉi n yang bermakna membayar dengan uang. Bahasa pidgin akan muncul apabila dua penutur atau lebih mempergunakan sistem bahasa yang timbul akibat adanya situasi kebahasaan darurat sebagai media komunikasi.

  • 3 aspek yang harus di perhatikan, yaitu aspek linguistik, aspek sosial, dan aspek historis (Suhardi dkk, 1995)
  • Aspek linguistik – bahasa pidgin dilihat dari dua sudut pandang, yaitu bahasa kedua dan bahasa penyumbang.
  • Aspek sosial – bahasa pidgin muncul karena adanya kontak bahasa antara bangsa Eropa dan bangsa bukan Eropa.
  • Aspek historis – adanya interaksi antara kedua kelompok bahasa berbeda tidak mengerti apa yang dibicarakan satu sama lain, sehingga mereka menggunakan apa yang dinamakan dengan pidgin ini untuk berkomunikasi

Jumlah bahasa pidgin lebih dari 100 di dunia. Kebanyakan pidgin ini dipengaruhi oleh bahasa-bahasa Eropa, pada umumnya Inggris, Spanyol. dan Prancis. Bahasa pidgin ini didapati di tiap lapisan masyarakat dan tiap situasi. Pidgin Inggris Cina, misalnya, bisa kita temui di Hongkong, Singapura, Washington, Melanesia, dan lain-lain. Pidgin Inggris Papua Timur dapat ditemui di Papua Nugini. Maka seperti yang dijelaskan semula bahwa pidgin berbeda pada tiap-tiap daerah.

Contoh ragam pidgin yang paling terkenal adalah pidgin Melanesia, seperti Tok Pisin di Papua Nugini yang sekarang sudah beralih menjadi kreol, Bislama di Vanuatu, dan pidgin di Solomon Island. Bahasa pidgin ini dipengaruhi bahasa Eropa seperti Inggris, Jerman, Portugis dan Melayu. Bahasa Eropa disebut sebagai base, sedangkan bahasa yang mempengaruhi tata bahasanya disebut substrate. Tata bahasa dan kosa kata pidgin pada umumnya sangat sederhana (Kushartanti, 2009: 62).

Di Indonesia hal ini banyak terjadi terutama di kawasan wisata atau perdagangan karena pidgin memang hanya muncul untuk kepentingan sesaat. Misalkan beberapa tempat di kawasan wisata bali yang bertutur dengan wisatawan asing dengan bahasa Inggris pidgin. Dasarnya adalah bahasa Inggris , lafalnya disesuaikan dengan bahasa Inggris seperti masas ( = message), tosen (= thousand) dll, juga ditemukan dalam beberapa kalimat semisal : buy me sir – belilah pada saya,Tuan! atau you want move? – anda ingin pindah? (do,to hilang). (RFM)

Daftar Pustaka

Brown, S. & Attardo, S. 2000.Understanding Language Structure, Interaction, and Variation. An Introduction to Applied Linguistics and Sociolinguistics for Nonspecialists. Michigan: The University of Michigan Press.

Sumarsono. 2007. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda dan Pustaka Pelajar.

Wardhaugh, Ronald. 2006. An Introduction to Sociolinguistics. New York: Basil Blackwell Inc.

Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Suhardi, Basuki dkk. 1995. Teori dan Metode Sosiolinguistik. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Jadwal UAS Semester 103

Standard

Pekan Ujian Akhir Semester (UAS) telah tiba, mari bekali diri dengan ikhtiar dan semangat! Berikut jadwal UAS untuk mata kuliah yang diadakan Prodi:

Menyimak 1: 5 Januari 2016

Percakapan 1:8 Januari 2016

Membaca 1 : 5 Januari 2016

Menulis 1: 4 Januari 2016

Tata Bahasa 1 : 6 Januari 2016

Pengantar Linguistik Umum (PLU): 6 Januari 2016

Menyimak 3: 5 Januari 2016

Percakapan 3: 11 Januari 2016

Membaca 3: 12 Januari 2016

Menulis 3: 30 Desember 2015

Tata Bahasa 3 : 6 Januari 2016

Pengantar Kebudayaan dan Kesusastraan Cina: 8 Januari 2016 (Tugas Akhir)

Pengantar Sintaksis dan Semantik Bahasa Mandarin: 15 Januari 2016 (Tugas Akhir)

 

Apabila ada perbedaan, agar didiskusikan dengan dosen pengampu.

天下无难事,只怕有心人

Selamat ujian!

祝你们成功!Zhu nimen chenggong!

Panduan Pendaftaran Beasiswa BIDIK MISI 2016

Standard

Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) adalah biaya pendidikan bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki tingkatan keluarga yang kurang mampu. Tahun ini beasiswa Bidikmisi akan dibuka pendaftran secara online, seperti yang dilansir dari laman resmi Bidikmisi 2016, bidikmisi.dikti.go.id.

📅 Jadwal Pendaftaran Bidikmisi 2016.
✅ Pendaftaran Sekolah dilaksanakan pada 15 Januari – 1 September.
✅ Pendaftaran Siswa dilaksanakan pada 15 Januari – 1 September
✅ Pendaftaran Bidikmisi PMDK-PN dilaksanakan pada 9 Februari – 8 Mei
✅ Pendaftaran Bidikmisi SNMPTN dilaksanakan pada 10 Februari – 12 Maret
✅ Pendaftaran Bidikmisi SBMPTN dilaksanakan pada 16 Maret – 3 Juni
✅ Pendaftaran Bidikmisi Jalur Mandiri PTN dilaksanakan pada 10 Februari – 1 September
✅ Pendaftaran Bidikmisi Jalur Mandiri PTS dilaksanakan pada 10 Februari – 1 September

Bidikmisi terdiri dari beberapa jalur, diantaranya jalur SNMPTN, SBMPTN, PMDK-PN, Bidikmisi jalur mandiri Pergurun Tinggi Negeri dan Swasta. Berikut ini cara pendaftarannya:

1. Pendaftaran melalui SNMPTN 2016
-Sekolah melakukan pendaftaran Bidikmisi sebagai pemberi rekomendasi kepada siswa calon peserta Bidikmisi. Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi kepada pendaftar bidikmisi melalui lamanbidikmisi.dikti.go.id dengan melampirkan hasil scan untuk mendapatkan nomor Kode Akses Sekolah.

✅ Dirjen dikti akan memverifikasi pendaftaran dalam kurun waktu 1 x 24 jam
✅ Sekolah login ke bidikmisi.dikti.go.id menggunakan NPSN dan Kode Akses Sekolah untuk merekomendasikan masing-masing peserta Bidikmisi
✅ Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing masing siswa yang sudah direkomendasikan
✅ Siswa melakukan pendaftaran online Bidikmisi. Pendaftaran melalui situs resmi pendaftaran Bidikmisi siswa, yaituhttp://bidikmisi.dikti.go.id. Siswa bisa login menggunakan nomor pendaftaran dan kode akses siswa.

2. Pendaftaran melalui SBMPTN 2016
✅ Calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran melalui http://bidikmisi.dikti.go.id.
✅ Selanjutnya, mendaftar melalui lamanhttp://bidikmisi.dikti.go.idKemudian cetak kartu tanda peserta Bidikmisi.
✅ Calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Ristek (Menristek) dan Pendidikan Tinggi akan memperoleh Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan Personal Indentification Number (PIN) untuk mendaftar SBMPTN 2016 melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id, tanpa harus membayar biaya seleksi.
✅ Calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus melalui SNMPTN dan berkeinginan untuk mendaftar SBMPTN, maka PIN yang telah diperoleh dinyatakan tidak berlaku dan yang bersangkutan harus membayar biaya seleksi dengan menggunakan KAP yang telah diperoleh sebelumnya.

3. Pendaftaran melalui PMDK-PN 2016
✅ SMA/SMK/MA/MAK negeri maupun swasta, termasuk sekolah RI yang ada di luar negeri.
✅ Sekolah terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) 2016
✅ Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2016.
✅ Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
✅ Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
✅ Memiliki prestasi akademik di sekolah setiap semester.

4. Pendaftaran melalui Seleksi Mandiri PTN dan PTS
Persyaratan pendaftaran sesuai dengan aturan PTN atau PTS masing-masing dengan cara mengunjungi situs web universitas tersebut.

Setelah menyelesaikan tahap pendaftaran online, kemudian mendaftar dan mengikuti seleksi Bidikmisi SNMPTN, Bidikmisi SBMPTN, Bidikmisi PMDK Politeknik, Bidikmisi jalur Mandiri PTN, atau Bidikmisi jalur Mandiri PTS. Selanjutnya melengkapi berkas yang akan dibawa pada saat melakukan pendaftaran ulang seleksi masuk. Berkas-berkas tersebut berupa :

✅ Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari sistem Bidikmisi
✅ Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah.
✅ Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah.
✅ Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah.
✅ Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah.
✅ Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah.
✅ Kartu Pengaman Sosial (KPS/BSM) (jika merupakan penerima BSM).
✅ Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat.
✅ Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga.
✅ Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya.

🎯 MORE INFO :
http://www.bidikmisi.dikti.go.id
– www pusatinformasibeasiswa com/bidikmisi2016
– www pusatinformasibeasiswa com/bidikmisi2016/

Mohon SHARE informasinya jangan ragu untuk berbagi 😉
AKU BISA!
#INDONESIABISA

元旦快乐

Standard

Keluarga Besar Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin mengucapkan:
Selamat Tahun Baru 2016.

Capaian-capaian yang sudah Prodi dapatkan di tahun 2015:
1. Enam makalah dosen dibawakan di Seminar Internasional
2. Dua makalah dosen dibawakan di Seminar Nasional
3. Dua artikel dosen diterbitkan pada Jurnal Nasional Terakreditasi
4. Satu artikel dosen diterbitkan pada Jurnal Nasional
5. Juara 2 Bulu Tangkis pada Dekan Cup 2015, atas nama Sinta Ariwijaya

Seiring dengan pergantian tahun, kami mengumumkan bahwa untuk periode tahun 2016 Prodi menugaskan:
1. Vanya Zelia, M.Pd. sebagai Dosen Pembimbing BEM Prodi
2. Aprilia Ruby Wikarti, M.A. sebagai Koordinator Kerja Sama Prodi

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen Pembimbing BEM serta Koordinator Kerja Sama periode 2014-2015 Rizky Wardhani, M.Pd., MTCSOL atas dedikasinya selama ini.
Semoga apa-apa yang telah kita capai di tahun 2015 dapat meningkat, serta menjadi bekal bagi capaian yang akan kita raih di tahun 2016 yang baru ini.

元旦快乐
祝大家新年进步,身体健康!

image