Serunya ARTEC Fair 2015

Standard

 Art,Education and Culture Fair (ARTEC) merupakan acara rutin 2 tahunan yang diadakan FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) pada tanggal 21-23 Mei 2015 dari pagi hingga sore hari di taman FBS Universitas Negeri Jakarta. Sepuluh jurusan di FBS turut meramaikan ARTEC. Sebagai Prodi paling anyar, ARTEC Fair kali ini merupakan kali pertama kami sebagai mahasiswa Prodi ikut serta meramaikan ajang keriaan Fakultas.

Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin menampilkan permainan suling Tiongkok,menyanyi dan pertunjukan wushu. Selain penampilan di atas panggung,seluruh jurusan di FBS membuka stand pameran yang berciri khas jurusan. Prodi kami menjual banyak pernak-pernik dan aksesoris yang identik dengan Tiongkok seperti gantungan kunci,topeng, dan kaligrafi. Selain itu,para pengunjung dapat berfoto menggunakan pakaian khas Tionghoa. Dengan membayar 5000 rupiah, pengunjung dapat berfoto menggunakan kamera sendiri atau kamera kami yang hasilnya akan kami kirimkan melalui media sosial. Kami juga menyediakan permainan pohon angpao. Dengan membayar 3000 rupiah pengunjung memilih angpao yang ada di pohon, yang didalamnya tersedia hadiah. Hadiah yang disediakan beragam yaitu permen,gantungan kunci hingga kaos. Kami juga membuka layanan untuk membuat nama Tionghoa diatas selembar kertas menggunakan kuas dan tinta.

            Pada acara ARTEC kali ini,kami menampilkan permainan suling dengan membawakan lagu “Ayo Mama” dan menyanyikan lagu “Sempurna” versi Bahasa Mandarin. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat yaitu mengenal lebih dalam tentang seni,budaya di berbagai negara, juga sekaligus merekatkan hubungan 10 jurusan yang ada di FBS. (PSM)

 

Advertisements

About mandarinunj

Majalah dinding Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta. Bagi mahasiswa-mahasiswi Prodi yang ingin mengirimkan karya, dapat menghubungi Redaksi Mading angkatan 2015. Penanggung Jawab: Ayu Trihardini, M.A. (Ketua Prodi) Kepala Redaksi dan Editor: Vanya Zelia, S.S., M.Pd. (Dosen Pembimbing BEM) Redaksi: Ibnu Indrianto, Yolanda Iswardani

Comments are closed.