Monthly Archives: December 2015

Serunya ARTEC Fair 2015

Standard

 Art,Education and Culture Fair (ARTEC) merupakan acara rutin 2 tahunan yang diadakan FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) pada tanggal 21-23 Mei 2015 dari pagi hingga sore hari di taman FBS Universitas Negeri Jakarta. Sepuluh jurusan di FBS turut meramaikan ARTEC. Sebagai Prodi paling anyar, ARTEC Fair kali ini merupakan kali pertama kami sebagai mahasiswa Prodi ikut serta meramaikan ajang keriaan Fakultas.

Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin menampilkan permainan suling Tiongkok,menyanyi dan pertunjukan wushu. Selain penampilan di atas panggung,seluruh jurusan di FBS membuka stand pameran yang berciri khas jurusan. Prodi kami menjual banyak pernak-pernik dan aksesoris yang identik dengan Tiongkok seperti gantungan kunci,topeng, dan kaligrafi. Selain itu,para pengunjung dapat berfoto menggunakan pakaian khas Tionghoa. Dengan membayar 5000 rupiah, pengunjung dapat berfoto menggunakan kamera sendiri atau kamera kami yang hasilnya akan kami kirimkan melalui media sosial. Kami juga menyediakan permainan pohon angpao. Dengan membayar 3000 rupiah pengunjung memilih angpao yang ada di pohon, yang didalamnya tersedia hadiah. Hadiah yang disediakan beragam yaitu permen,gantungan kunci hingga kaos. Kami juga membuka layanan untuk membuat nama Tionghoa diatas selembar kertas menggunakan kuas dan tinta.

            Pada acara ARTEC kali ini,kami menampilkan permainan suling dengan membawakan lagu “Ayo Mama” dan menyanyikan lagu “Sempurna” versi Bahasa Mandarin. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat yaitu mengenal lebih dalam tentang seni,budaya di berbagai negara, juga sekaligus merekatkan hubungan 10 jurusan yang ada di FBS. (PSM)

 

Advertisements

Wushu: dari Tiongkok ke Universitas Negeri Jakarta

Standard

z

Wushu berasal dari kata wu “ilmu perang” dan shu “seni”. Sehingga wushu atau martial arts dapat diartikan sebagai seni untuk berperang atau seni beladiri. Selain seni beladiri, melalui wushu kita juga mempelajari kebudayaan Tiongkok.

Wushu merupakan seni beladiri dari Tiongkok, mempunyai sejarah yang panjang. Sejak awal perkembangan wushu, pelatihan wushu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, untuk ketahanan fisik, disebut qigong atau ilmu pernapasan. Kedua, untuk bertempur secara fisik, disebut waigong atau teknik tempur.

Salah satu manfaat wushu adalah mengolah diri dan raga. Kegunaan lain, untuk pengobatan dan mencapai ketentraman jiwa. Seiring dengan perkembangannya, wushu yang dahulu dikenal sebagai seni bela diri mulai berkembang menjadi ilmu olahraga. Dengan kata lain, tradisi wushu berubah dari arena perang ke arena olahraga yang dipertandingkan.

Wushu memiliki materi pembelajaran yang kaya, dengan golongan yang beragam. Setiap golongan mempunyai gaya, teknik, dan karakter tersendiri. Namun pada umumnya teknik saat berlatih dan pelaksanaannya terdapat banyak persamaan.

Wushu mengandung paham Yin-Yang “positif-negatif” sebagai dasar pembelajaran. Maka wushu mengutamakan kekuatan sekaligus kelenturan yang pergerakannya saling menunjang. Pada umumnya gerakan wushu tidak harus impulsif, kuat dan bertenaga. Dalam wushu, kita harus menyimpan tenaga terlebih dahulu, baru sepenuhnya mengeluarkan kekuatan.

Wushu mengutamakan penyatuan tenaga dari dalam dan luar. Keharmonisan antara gaya yang alamiah, gerak tangan, mata dan tubuh serta membuat olahraga ini penuh kharisma dan wibawa. Wushu selalu memperhatikan penyaluran chi “energi” dalam, otot dan tendon secara terus menerus, tidak terputus-terputus.

bFakta-fakta unik mengenai wushu yaitu :

Dalam Wushu terdapat 5 elemen yang mempunyai arti, diantaranya:

  1. Air:  Melambangkan kehidupan dan kelembutan. Air memberi makan tumbuhan dan bentuk air sendiri yang fleksibel, selalu sesuai dengan wadahnya.
  2. Kayu: Melambangkan tulang dan otot, sebagai energi dari kehidupan. Jika terkena api akan mengakibatkan terbentuknya panas sebagai te
    naga (otot).
  3. Api: Melambangkan kekuatan dan ketangkasan. Api memberi nutrisi dari hasil pembakaran yang membuat pembaharuan dalam kemajuan.
  4. Bumi: Melambangkan pertahanan, memberikan tempat bagi berbagai unsur untuk berkembang.
  5. Logam: Melambangkan penggunaan senjata, mengkombinasikan berbagai unsur yang bermanfaat untuk menguasai berbagai senjata yang sangat penting bagi wushu.

Hubungan berbagai unsur dalam wushu adalah air mendinginkan api, api menempah logam, logam memotong kayu, kayu tumbuh dari bumi, bumi mengontrol air. Semua unsur ini saling berhubungan satu sama lain.

Sejak tahun 2014 tepatnya pada tanggal 10 April, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah mengadakan sebuah ekstrakulikuler wushu. Diadakan setiap hari Jumat, bertempat di panggung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNJ. Latihan dimulai pada pukul 5 hingga pukul 6 sore. Pelatih wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yaitu Yang Laoshi merupakan guru bantu dari Konfusius Institute UAI Jakarta, yang mempelajari wushu secara institusional.

y

Tim wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin tampil di ARTEC Fair 2015, FBS UNJ

Wushu bermanfaat untuk tubuh juga bermanfaat untuk pertahanan diri. Wushu merupakan ekskul pertama di Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ. Melalui ekskul wushu, diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai seni bela diri Tiongkok serta menjadi wadah pertukaran kebudayaan Tiongkok-Indonesia. Hingga saat ini, tim wushu Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ telah tampil di pelbagai acara seperti Art, Education and Culture (ARTEC) di bulan Mei 2015, Bakti Sosial dan Acara Kumpul Satu Keluarga (BAKSO AKSARA) di bulan November 2015 dan lain-lain.  (LNA)