Masyarakat Bahasa

Standard

Latar Belakang Terciptanya Masyarakat Bahasa

Bahasa merupakan salah satu dari 7 unsur kebudayaan (Koentjaraningrat, 1974). Bahasa berdasarkan hakikat dan karakteristiknya adalah lambang identitas sosial dari sekelompok masyarakat yang disertai perbedaan etnik. Perbedaan etnik inilah yang menyebabkan terciptanya keanekaragaman bahasa. Akibat situasi tersebut  terbentuklah  berbagai masyarakat bahasa yang merupakan sejumlah manusia dengan beberapa kesamaan sosial, keagamaan, budaya, kekeluargaan, pekerjaan, maupun kesamaan dalam bahasa yang digunakan. Kemudian mereka secara sadar mengikat diri secara berkelompok untuk menciptakan identitas sendiri sebagai satu kesatuan. Kelompok-kelompok yang menggolongkan dirinya atau merasa mengganggap diri mereka memakai bahasa yang sama adalah masyarakat bahasa.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bahasa baru yang tersebar di dunia. Namun, hal itu tidak akan menjadi masalah yang serius karena hakikatnya bahasa yang ada, dan digunakan adalah hasil kesepakatan dari kelompok pengguna tersebut. Dengan demikian, bahasa yang digunakan dalam masyarakat bahasa adalah lambang identitas masyarakat itu sendiri.

Sebelum mengenal lebih jauh dan lebih dalam apa-apa saja yang berada dalam lingkup pembelajaran masyarakat bahasa, perlu diketahui bahwa peranan bahasa dan tutur sangat mempengaruhi terciptanya masyarakat bahasa yang berbeda. Oleh karena banyaknya perbedaan manusia di dunia dalam penggunaan bahasa dan tutur, maka tercipta pula ciri khas tersendiri dari masing-masing masyarakat bahasa yang belum tentu dapat ditiru oleh masyarakat bahasa lain, yaitu dialek, idiolek dan verbal repertoire.

 

Pengertian Bahasa dan Tutur

Bahasa menurut KBBI Edisi V adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

Seorang linguis dari Swiss yang bernama Ferdinand de Saussure (1916) membedakan antara yang disebut langage, language, dan parole. Ketiga istilah dalam bahasa Prancis itu, dalam bahasa Indonesia disamakan dengan satu istilah, yaitu bahasa. Perbedaan langage, language, dan parole yaitu :

Langage adalah bahasa secara umum yang artinya, bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi secara verbal. Contohnya adalah “Manusia memiliki bahasa sedangkan hewan tidak.” Pada contoh tersebut dapat ditekankan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi manusia. Meskipun hewan dapat berkomunikasi dengan suara, tetapi hewan tidak memiliki bahasa.

Language adalah bahasa tertentu yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat yang juga dapat melambangkan identitas diri dari anggota masyarakat tersebut. Contohnya adalah penggunaan bahasa Mandarin oleh orang-orang yang berasal dari Tiongkok.

Parole atau tutur yaitu pelaksanaan dari langage atau language yang berupa tuturan atau ujaran yang memiliki ciri khas tertentu yang dapat membedakan penutur yang satu dengan yang lainnya. Indikator adanya “ciri khas” dalam parole pada teori ini adalah tinggi rendahnya suara, pilihan kata, susunan sintaksis, unsur budaya, dan dialek.

 

 

Pengertian Dialek dan Pembagian Dialek

Dalam diktat Pengantar Linguistik Umum Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta diterangkan bahwa dialek adalah variasi bahasa menurut pemakainya. Setiap bahasa dapat terdiri dari sejumlah dialek. Dialek juga dapat terdiri dari sejumlah idiolek.

Idiolek adalah variasi bahasa yang timbul dan menjadi ciri khas seseorang yang biasanya dipengaruhi oleh latar belakang pemakainya. Contohnya : Orang yang dengan latar belakang tinggi sering mengatakan suatu kata yang biasa dia gunakan dengan kalangannya yang mengerti suatu kata itu, tetapi bagi orang lain yang mendengarnya, jika bukan dari kalangan mereka, tentunya kurang bisa memahami apa maksud perkataannya. Misalnya kata “perspektif.”

Dialek berdasarkan identitas pemakainya :

  1. Dialek sosial adalah variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial tertentu dengan menggunakan beberapa ciri tertentu seperti struktur kalimat, pilihan kata, dan fonologi tertentu.

Contohnya : Dokter yang menggunakan pilihan kata istilah kedokteran dalam berbicara dengan dokter lainnya.

  1. Dialek regional adalah variasi bahasa yang ciri-cirinya dibatasi oleh tempat atau daerah tertentu.

Contohnya : Dialek Jawa Banyumas dengan dialek Jawa Madura.

Dialek berdasarkan waktu telaah :

  1. Dialek diakronis adalah variasi bahasa yang berkembang dari satu bahasa asal dan tersebar secara geografis.

Contohnya : Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia yang berasal dari satu bahasa asal yaitu melayu. Disebabkan karena negara Indonesia dan Malaysia berada pada rumpun yang sama.

  1. Dialek sinkronis adalah variasi bahasa yang berkembang dari satu bahasa berdasarkan pemakainya.

Contohnya : Variasi bahasa Jawa.

 

 

Verbal Repertoire

Verbal repertoire adalah semua bahasa beserta ragam-ragamnya yang dimiliki atau dikuasai seorang penutur. (Chaer&Agustina,2004)

Verbal repertoire yang dimiliki masyarakat tutur dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Verbal repertoire yang dimiliki setiap penutur secara individual

Verbal repertoire yang menunjukan keseluruhan alat-alat verbal yang dikuasai penutur, pemilihan bentuk dan norma-norma bahasa sesuai dengan fungsi dan situasi.

Contohnya : Penggunaan norma-norma kesopanan yang digunakan seorang individu pada saat bertutur dengan guru berbeda dengan saat ia bertutur dengan teman sebayanya.

 

  1. Verbal repertoire yang menjadi milik masyarakat tutur secara keseluruhan

Verbal repertoire yang menunjukkan keseluruhan alat-alat verbal yang ada dalam masyarakat tutur serta norma-norma untuk menentukan pilihan variasi sesuai dengan konteks sosialnya.

Contohnya : Penggunaan bahasa yang digunakan pada lingkup bidang pendidikan akan berbeda dengan bahasa yang digunakan pada bidang kemiliteran.

Verbal repertoire yang dimiliki setiap penutur ditentukan oleh masyarakat dimana ia berada, sedangkan verbal repertoire yang menjadi milik masyarakat tutur terjadi dari himpunan verbal repertoire semua penutur dalam suatu masyarakat itu.

 

Definisi Masyarakat Bahasa dan Contoh Masyarakat Bahasa

Menurut KBBI Edisi V, masyarakat bahasa adalah kelompok orang yang merasa memiliki bahasa bersama, yang merasa termasuk dalam kelompok itu, atau yang berpegang pada bahasa standar yang sama.

Menurut (Halliday, 1968), masyarakat bahasa adalah sekelompok orang yang merasa atau mengganggap diri mereka memakai bahasa yang sama.

Terbentuknya suatu masyarakat bahasa dikarenakan atas dasar kesepakatan dalam penggunaan bahasa yang sama. Jika terdapat suatu masyarakat yang sedang berkomunikasi dengan suatu masyarakat yang lain, dan mereka merasa menggunakan bahasa yang berbeda, maka mereka tidak dapat disebut sebagai masyarakat bahasa. Hal ini terjadi karena mereka merasa bahasa yang menjadi identitas sosial merekapun berbeda.

Orang Indonesia menganggap bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia berbeda, walaupun berasal dari satu bahasa asal yang sama yaitu Melayu. Hal ini dikarenakan orang Indonesia tidak merasa menggunakan bahasa yang sama dengan orang Malaysia, maka terbentuklah masyarakat bahasa Indonesia dan masyarakat bahasa Malaysia. Lain halnya dengan orang Amerika dan orang Inggris, mereka merasa menggunakan bahasa yang sama yaitu bahasa Inggris, maka terbentuklah satu kesatuan masyarakat bahasa Inggris.

Banyaknya ragam bahasa di dunia menyebabkan banyak pula masyarakat bahasa yang berbeda. Hal ini sangat memperkaya dan memperkuat budaya dan identitas sosial dari masing-masing penggunanya. Hendaknya kita semua sebagai pengguna bahasa tersebut, berbangga dan berupaya selalu menjaga bahasa yang kita pakai sekarang, yaitu bahasa Indonesia agar kita semua menjadi masyarakat bahasa Indonesia yang baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah kebahasaan yang ada. (Yoshi Paulina Alfiyah/Avita Aurlentine)

 

Daftar Pustaka

Alwasilah, A. Chaedar. 1986. Sosiologi bahasa. Bandung: Angkasa.

Chaer, A dan Leoni A. 2004. Sosiolonguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Nababan, P.W.J. 1984. Sosiolinguistik. Jakarta: Gramedia

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke V

Trihardini, Ayu dan Aprilia R. Wikarti. 2017. Diktat Pengantar Linguistik Umum Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Mandarin UNJ Juara 1 Kategori Komprehensif Lomba Kompetisi Puisi Tiongkok Kuno “Star of Chinese” Tahun 2017 Tingkat Mahasiswa Indonesia

Standard
Mandarin UNJ Juara 1 Kategori Komprehensif Lomba Kompetisi Puisi Tiongkok Kuno “Star of Chinese” Tahun 2017 Tingkat Mahasiswa Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin mengikuti Kompetisi Puisi Tiongkok Kuno “Star of Chinese” 2017 yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Mandarin Indonesia, Universitas Al Azhar Indonesia dan Fujian Normal University. Kegiatan kompetisi yang diadakan rutin setiap tahun ini diadakan di Gedung Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 9 Desember 2017. Beberapa universitas yang turut berpartisipasi yaitu Universitas Negeri Jakarta, Univeristas Al Azhar, Universitas Bina Nusantara, Universitas Bunda Mulia, Universitas Dharma Persada, Universitas Sanata Dharma. Kompetisi ini memiliki beberapa kategori lomba, yaitu lomba tertulis pengetahuan puisi Tiongkok Kuno, lomba pembacaan puisi, dan lomba komprehensif gabungan pengetahuan puisi tertulis dan pembacaan puisi.

Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin (PSPBM UNJ) mengirimkan 16 mahasiswa, diwakilkan oleh angkatan 2015, yaitu Dewi Suharyanti, Fathya Salsabila, Cintasya Nisalifia, Listy Ramadana; angkatan 2016, yaitu Agretio Agustian, Alvin Kurnia, Ahmad Fadhila, Magry Novdelia, Karina Rahayu, Rullin Aulia Fatma, Shania Maulia; angkatan 2017, yaitu Rolan Ahiko, Jefry Alexander, Syechan Rahman, Kelly Novera, Anastasia Tialita, dengan dosen pembimbing Rizky Wardhani, S.S., M.TCSOL.

Mahasiswa PSPBM UNJ dilatih dan dibimbing oleh Hudiyekti Prasetyaningtyas, S.S., M.Ed, dalam pemilihan puisi Tiongkok yang pas sehingga dapat menghayati pembacaan puisi dengan baik dan memilih latar belakang lagu serta pemilihan latar belakang powerpoint yang sesuai. Dosen PSPBM UNJ juga saling bekerja sama untuk menyediakan pakaian dan aksesoris yang dikenakan pada saat lomba. Meskipun waktu latihan yang sangat singkat, para mahasiswa tekun berlatih dan berkonsultasi dengan para dosen pembimbing hingga hari pelaksanaan tiba. Penampilan para mahasiswa PSPBM UNJ dapat menunjukkan hasil terbaik

Alhamdulillah, Salah satu mahasiswa PSPBM UNJ, Dewi Suharyanti meraih Juara I Kategori Komprehensif Puisi Tiongkok dan Tertulis serta berkesempatan untuk mengikuti “Summer Camp” atau “Winter Camp” pada tahun 2018 secara gratis. Berkat dukungan semua pihak PSPBM UNJ dapat memberikan hasil terbaiknya. Terima kasih kepada para teman-teman peserta lainnya, kalian juga sang juara telah berani tampil di depan umum dan mengatasi rasa takut untuk berbicara di depan para penonton. Terima kasih kepada teman-teman seluruh angkatan yang dapat hadir memberikan semangat. Kemenangan yang diraih adalah bonus yang didapat, tetapi pengalaman para peserta dan menjalin pertemanan merupakan berkah yang tak ternilai. Semangat…..! PSPBM UNJ terus mengukir prestasi…..!(RW)

Persiapan Seminar Proposal Skripsi 107

Standard

Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin mengumumkan bahwa:

Hudiyekti Prasetyaningtyas, S.S., M.Ed. diberikan tugas sebagai Koordinator Tugas Akhir tingkat program studi.

Selanjutnya hal-hal mengenai tugas akhir atau skripsi, menjadi tugas dan wewenang beliau. Bersama dengan pengumuman ini, kami cantumkan daftar bimbingan skripsi mahasiswa angkatan 2014. Seluruh judul penelitian akan diarahkan berkaitan dengan pengajaran bahasa Mandarin. Kepada mahasiswa yang namanya tercantum di bawah ini, agar mengajukan proposal skripsi. Jadwal mengenai seminar proposal skripsi akan kami umumkan kemudian.

No. Nama Mahasiswa Judul Skripsi Pembimbing I Pembimbing II
1. Aisa Ayu Fadilla Telaah Bahan Ajar Bahasa Mandarin di SMK N 27 Jakarta  

HP

 

 

VZ

2. Aprilia Asnarizki

 

Analisis Kesalahan Penggunaan 被 pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ Angkatan Tahun 2015 dan 2016 HP ARW
3. Yunita Ihda Umami

 

Analisis Kesalahan Penggunaan Tanda Baca Bahasa Mandarin pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ Angkatan Tahun 2016 ARW SA
4. Riska Permatasari Analisis Kesalahan Penggunaan Pemarkah Lokatif (apa saja?) pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ ARW HP
5. Sinta Ariwijaya Penggunaan Games Terhadap Pemahaman Kosakata dalam Pembelajaran Bahasa Mandarin Kelas X SMK N 27 Jakarta RW VZ
6. Nur Kurnia Hasanah

 

Pemanfaatan Media Audiovisual (Film Kartun Pembelajaran) sebagai Media Bantu Siswa dalam Pembelajaran Kosakata untuk Siswa Kelas X IPS RW VZ
7. Sagita Rizkyah Lestari Penggunaan Media Bergambar terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Mandarin Siswa Kelas XI SMK N 41 Jakarta RW ARW
8. Lydia Jelita Jobeline Analisis Penggunaan Partikel 的 di Tingkat SMA ( Studi Kasus di SMA Bunda Hati Kudus) SA AT
9. Novia Chintya Dewi Analisis Unsur Budaya Buku Hanyu Jiaocheng

 

SA HP
10. Luthfia Nabila Apritasari Analisis Penggunaan Zhuangyu dalam Kalimat Bahasa Mandarin bagi Siswa Kelas X SMA N 11 Jakarta VZ SA
11. Dyva Gabe Anastasia

 

Penggunaan Kata Penghubung 和、跟 、而 、并 、与 dalam Hubungan yang Kontras pada Buku Teks Hanyu Jiaocheng Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ AT RW

 

Kunjungan Balasan Topas TV ke Mandarin UNJ

Standard
Kunjungan Balasan Topas TV ke Mandarin UNJ

Pada tanggal 24 November 2017, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin (PSPBM) mendapat kunjungan balasan dari Topas TV. Perwakilan dari Topas TV yaitu Ibu Ernie selaku Direktur Isi dan Program Acara dan Bapak Hadiraja Wijaya selaku Manajer Program Bahasa Mandarin. Dari pihak PSPBM diwakilkan oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Ayu Trihardini, M.A., Koordinator Kerjasama PSPBM Rizky Wardhani, S.S., M.TCSOL. Turut hadir pula Wakil Dekan bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Dr. Samsi Setiadi,  M.Pd. yang di tengah kesibukan menghadiri rapat lain, masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke PSPBM.

Kunjungan Topas TV  ini bertujuan untuk beberapa kegiatan  kerjasama yang dapat dijalin antara PSPBM dengan Topas TV dan membuka peluang untuk mahasiswa untuk dapat praktik lapangan di kantor Topas TV atau studio Topas TV. Kerjasama yang ditawarkan oleh Topas TV tidak hanya untuk PSPBM, tetapi juga bisa untuk prodi dari bahasa asing. Dalam  waktu dekat Topas TV berencana untuk membuat program lanjutan dari program bahasa Mandarin Dasar “Ayo Belajar Bahasa Mandarin “ dengan program yang tingkatannya lebih tinggi yaitu program “Ni hao Ma ?”. Topas TV juga berharap dapat menggunakan beberapa mahasiswa PSPBM sebagai talent di program tersebut serta lingkungan UNJ sebagai latar dari video pembelajaran tersebut.

Rencana kerjasama Topas TV dengan PSPBM yaitu membagi ilmu dengan mengadakan pelatihan singkat mengenai ilmu penyiaran, seperti broadcasting, cara menggunakan kamera dengan baik, pembuatan naskah/script, penerjemahan film berbahasa asing, serta sesi motivasi dalam dunia penyiaran. Untuk rencana jangka panjang pihak Topas TV juga bersedia untuk menerima mahasiswa untuk dapat berkunjung dan praktik di kantor Topas TV baik dari Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin atau dari bahasa asing lainnya di Fakultas Bahasa dan Seni. (RW)

Pertunjukan Kesenian Persahabatan Indonesia-Tiongkok 2017

Standard

Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ mendapat kesempatan untuk menonton Pertunjukan Kesenian Persahabatan Indonesia Tiongkok yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok serta penyelenggara eksekutif China Arts and Entertainment Group. Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok memberikan beberapa undangan melalui Pusat Bahasa Mandarin Indonesia sebagai mitra  kerjasama kepada PSPBM. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 25 November 2017 di Artpreneur Ciputra Group, Lotte Shopping Avenue lt. 11, Jakarta Selatan. PSPBM diwakilkan oleh dosen Rizky Wardhani, S.S., M.TCSOL., dan perwakilan 2016 sebanyak 8 mahasiswa dan perwakilan 2017 sebanyak 2 orang.

Pengisi acara ini didatangkan langsung dari Tiongkok, seperti grup akrobat, Sekolah Bela Diri “Huo Yuan Jia”, Tianjin, Akademi Musik Harbin, salah satu dari sebelas akademik musik terbaik di Tiongkok. Pertunjukan dari beberapa daerah di Indonesia juga didatangkan langsung dari daerah asalnya seperti dari Bali dan Aceh.

Pertunjukan kesenian persahabatan ini merupakan gabungan unsur kesenian dari dua negara dengan gabungan artistik keindahan, alunan musik yang merdu serta hentakan gerakan seni beladiri yang bersemangat. Kelompok akrobat dari Tiongkok menampilkan beberapa penampilan seperti akrobat tari piring Hip Hop, akrobat ini pernah meraih “Golden Lion Award” dari Kompetisi Akrobatik Keempat di Tiongkok, lalu akrobat “Memukul bola” oleh Zhao Hanlong yang pernah meraih “ Golden Chrysanthemum Award” dengan keterampilan memegang dan memainkan sepuluh bola di tangan, pertunjukannya mendapat sambutan yang sangat luar biasa. Satu lagi akrobat pertunjukan “Qiao Huadan/ Pertunjukan Diabolo” akrobat ini pernah mendapat penghargaan tertinggi pada Republic President at the 26th Festival Mondial du Cirque de Demain di Paris. Pertunjukan lainnya yang sangat memukau dari Cina juga dari penampilan wushu “Jing Wu Hun” yang dikolaborasikan dengan pencak silat dari Indonesia.

Penampilan dari kesenian Indonesia yaitu Tari Puspanjali dari Bali sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu. Lagu Sing Sing So dari suku Batak pun memukau para penonton terlebih lagi diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin dan Indonesia.Penampilan yang sangat memukau ditampilkan oleh grup Tari Saman dari Kabupaten Gayo Lues Aceh, dengan hentakan yang bersemangat, kekompakan antara penari juga memukau penonton. Selain itu permainan dua alat musik tradisional Tiongkok dan Indonesia berpadu menjadi satu melalui alunan merdu suara alat musik angkung, kecapi, gong serta alat musik erhu, pipa, dan suling khas Tiongkok dengan membawakan alunan lagu Butet, Molihua, dan Ayo Mama. Sungguh kolaborasi cantik yang menggabungkan dua persahabatan yang erat. (RW)

Mandarin UNJ Juara III Lomba News Anchor pada SINOFEST XVI Universitas Indonesia

Standard

Sejumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ mengikuti kegiatan lomba SINOFEST XVI yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia pada Kamis, 23 November 2017. SINOFEST adalah kegiatan lomba berbahasa Mandarin dan pengetahuan tentang negara Cina yang diadakan setiap tahun oleh Ikatan Mahasiswa Sinologi Indonesia Universitas Indonesia. Pada tahun ini, lomba yang diadakan  adalah lomba Mading 3D yang diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK/MA di wilayah Jabodetabek, lomba Pidato Bahasa Mandarin, juga untuk tingkat SMA/SMK/MA di wilayah Jabodetabek, News Anchor Mandarin untuk tingkat universitas, lomba Cerdas Cermat Sinologi untuk tingkat universitas, serta Penulisan Karya Ilmiah tingkat universitas.

Bertempat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin ikut serta dalam lomba cerdas cermat dan news anchor, terdiri atas dua kelompok cerdas cermat sejumlah enam orang, dan tiga pasang news anchor. Tahun ini adalah pengalaman pertama mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ mengikuti lomba Sinofest dengan persiapan kurang lebih sepuluh hari untuk mempelajari  materi lomba.

Lomba cerdas cermat terdiri atas sembilan kelompok, dengan pertanyaan wawasan pengetahuan yang berkaitan dengan negara Cina, baik di bidang bahasa, budaya, sastra, sejarah, maupun pengetahuan umum lainnya. Dewan juri terdiri atas tiga orang yang berasal dari institusi Universitas Indonesia. Dari sembilan kelompok terpilih tiga kelompok yang masuk ke babak final pada hari yang sama.

Lomba news anchor adalah lomba yang menguji kemampuan peserta dalam menyampaikan suatu naskah berita secara jelas dan tepat waktu. Lomba ini diikuti oleh dua belas pasang peserta yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Lomba ini dinilai oleh empat dewan juri, dua orang juri dari institusi Universitas Indonesia dan dua orang juri dari Pusat Bahasa Mandarin Indonesia. Dari semua peserta, sepasang peserta dari Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ terpilih sebagai salah satu dari empat pasang peserta yang berhasil masuk ke babak final. Setiap peserta pada babak final  diberikan waktu 30 menit untuk menyiapkan naskah baru yang diberikan oleh dewan juri.

Seluruh lomba diadakan dalam waktu satu hari dengan pengumuman pemenang di akhir acara bersamaan dengan  pembagian sertifikat untuk setiap peserta lomba. Pada kesempatan ini, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNJ, Dewi Suharyanti dan Fathya Salsabila (angkatan 2015) berhasil meraih juara III lomba news anchor. Setiap pemenang mendapatkan piala dan sertifikat. Selamat untuk Dewi Suharyanti, Fathya Salsabila, dan semua peserta mahasiswa Prodi Pendidikan Bahsa Mandarin UNJ. Kalian semua hebat dan luar biasa! (VZ)

Suku Minoritas di Tiongkok: Suku Hui

Standard
Suku Minoritas di Tiongkok: Suku Hui

Tiongkok yang dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia, mungkin adalah Tiongkok dengan suku bangsa Han. Suku bangsa Han memiliki kulit berwarna kuning dan bermata sedikit sipit. Namun, tahukah Anda bahwa di Tiongkok terdapat suku-suku minoritas? Pada perbatasan Tiongkok dengan negara Nepal, Kyrgyzstan, Mongol, Rusia misalnya, akan ditemukan wajah-wajah orang Tionghoa yang tidak seperti kita ketahui.

Pada kesempatan kali ini, mahasiswa angkatan 2014 kami: Aisa Ayu Fadilla, Nur Kurnia Hasanah, Lydia Jelita Jobeline dan Riska Permatasari akan menjelaskan mengenai salah satu suku minoritas di Tiongkok, yaitu Suku Hui. Suku Hui merupakan suku minoritas beragama Islam.

Penjelasan menggunakan bahasa Mandarin, dan merupakan salah satu presentasi mereka pada mata kuliah Audio Visual Bahasa Mandarin. (AT)

 

 

 

Kunjungan National Chiayi University (NCYU), Taiwan serta penjajakan kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta

Standard

National Chiayi University terbentuk atas gabungan dari National Chiayi Institute of Technology (NCIT) dan National Chiayi Teachers College (NCTC) pada tahun 2000. Saat ini National Chiayi University memiliki 7 fakultas. NCYU merupakan salah satu universitas tertua dan terbesar di selatan Taiwan.

 

Pada Rabu 15 November 2017, delegasi dari NCYU datang berkunjung ke UNJ. Seluruh delegasi berjumlah 3 orang yaitu: Mr. Li Hongwen (Dekan Fakultas Manajemen), Mr. Weng Bochun (Dosen dari Fakultas Mikrobiologi, Imunologi, dan Biofarmasi), Mr. Yang Zhengcheng (Dosen dari Pascasarjana Administrasi Pendidikan dan Pengembangan Kebijakan). Delegasi disambut langsung oleh bapak Achmad Ridwan selaku Wakil Rektor IV beserta timnya. Pada pertemuan tersebut turut hadir Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan ibu Aprilia Ruby Wikarti sebagai perwakilan Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin.

 

Pada pertemuan ini UNJ dan NCYU berdiskusi tentang penjajakan kerjasama antara dua universitas. Diharapkan di masa yang akan datang, kerjasama tersebut dapat diwujudkan dalam program-program yang bermanfaat bagi kedua universitas. (ARW)

Salam Advokasi dalam DEDIKASI!

Standard

Dedikasi atau Dialog Edukasi Mengenai Advokasi merupakan program kerja perdana dari Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta (PSPSBM UNJ) yang dilaksanakan di Gedung Ki Hajar Dewantara (Sertifikasi Guru) lantai 8 pada Sabtu, 11 November 2017, acara yang ditujukan untuk mahasiswa PSPBM ini mengangkat tema “Satu Langkah Kawal Perubahan” dan dihadiri oleh 62 mahasiswa PSPBM dari angkatan 2014 hingga 2017.

Acara ini pada dasarnya bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa PSPBM mengenai advokasi. Acara dimulai pukul 07.30 WIB, dibuka oleh pewara Cintasya Nisalifia dan Riyadh Abdurrahman. Dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Annida Mauliddina, Marlina Yaskurnia Sari dan Magry Novdelia. Acara berlanjut dengan kata sambutan oleh Ahmad Fadhila selaku Ketua Pelaksana DEDIKASI.

Materi mengenai Uang Kuliah Tunggal disampaikan oleh Bagus Tito Wibisono, S. Pd. (Ketua BEM UNJ 2015/2016).  Ditengah – tengah acara, Departemen Minat dan Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa PSPBM UNJ memberikan penampilan spesial berupa puisi dan lagu. Acara dilanjutkan dengan materi kedua mengenai Advokasi yang disampaikan oleh Endra Pratama (Kepala Departemen Advokasi BEM UNJ 2016/2017). Selama jalannya acara, pembicara dimoderatori oleh Agretio Agustian.

Rangkaian acara terakhir, yaitu “Adkesma Menjawab.” Pada sesi ini seluruh anggota Departemen Adkesma Badan Eksekutif Mahasiswa PSPBM  yaitu: Deniar Ramadhanty, Ratna Tri Utami, Ahmad Fadhila dan Deaneira C Islami membahas 4 hal, yang di antaranya  adalah mengenai wisuda, dana advokasi, penurunan UKT dan beasiswa.

Sebelum acara ditutup seluruh peserta acara diminta untuk bersama-sama menyanyikan lagu totalitas perjuangan. Dan akhirnya acara ini berakhir pada pukul 11.35 WIB. Semoga apa yang menjadi tujuan dari diadakannya acara ini dapat tercapai.

Panitia pelakasan mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini, semoga dengan diadakannya acara ini dapat menjadi pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat untuk teman-teman sekalian yang hadir. Sampai jumpa di DEDIKASI jilid 2 ! Salam Advokasi!

Menambah Pengetahuan, Pengalaman Kepemimpinan Melalui PKMP Mandarin 2017

Standard

Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Prodi atau yang sering disebut dengan PKMP adalah sebuah kegiatan rutin tiap tahun BEM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yang bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan mahasiswa dan mahasiswa baru prodi pendidikan bahasa Mandarin. Tema PKMP tahun ini adalah “Menjadi Pemuda yang Cekatan, Tangguh dan Berkualitas”, Kegiatan ini akan berisi beberapa pemberian materi kepada para mahasiswa baru untuk menambah wawasan mereka tentang dunia perkuliahan terutama dalam bidang organisasi dalam kampus. Pelaksanaan Kegiatan ini terdiri dari 2 tahap , yaitu pra-PKMP dan pas-PKMP, yang kurang lebih berlangsung selama 2 minggu.

Pra-Pkmp pada tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Oktober 2017 bertempat di gedung DE 108. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 dengan pembacaan ayat kursi Al-Quran dan juga sambutan oleh ketua pelaksana PKMP 2017 Haikal Hafidz serta Ketua Bem Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Cintasya Nisalifia lalu dilanjutkan dengan pengenalan panita PKMP 2017. Materi pertama pada kegiatan pra-PKMP ini adalah mengenai Advokasi yang diterangkan oleh Yudi Sutriono. Pada materi ini, peserta dijelaskan bagaimana caranya menolong orang lain yang sedang dalam kesulitan terutama mengenai pembayaran UKT, pada materi ini juga peserta terlitahat sangat tertarik dengan banyaknya pernyataan yang diajukan kepada sang pembicara. Setelah itu, materi kedua adalah mengenai pemilu dan sistem pemilu dalam kampus yang dibawakan oleh Dwi Juliani selaku anggota legislatif universitas yang telah menangani pemilu dalam kampus selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan berikutnya adalah presentasi oleh peserta mengenai dana usaha yang dilakukan mereka selama kurang lebih satu bulan. Setelah itu, dilanjutkan oeh pemberian penugasan bagi peserta.

Selama seminggu, peserta diwajibkan mengerjakan tugas yang telah diberikan. Penugasan yang diberikan berupa pembuatan essay dengan tema “Bagaimana mengatur waktu antara belajar dan berorganisasi” dan anjangsan ke bem prodi, bem fakultas, dan juga badan legislatif fakultas atau yang sering disebut Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Penugasan ini dilakukan, agar peserta dapat lebih memahami bagaimana program kerja, tata kelola keuangan dan budaya organisasi di lingkungan fakultas bahasa dan seni.

Pada hari Jumat, tanggal 27 Oktober 2017, hari pertama pas-PKMP mulai dilaksanakan. Pas-PKMP ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam tepatnya tanggan 27-29 Oktober 2017 di Villa Ivan, Mega Mendung, Puncak. Kegiatan pas- PKMP ini dimulai dengan pengumpulan peserta pada pukul 16.30 setelah jam perkuliahan selesai di hari Jum’at. Setelah seluruh peserta berkumpul, peserta langsung mendapat sambutan oleh ketua pelaksana, ketua BEM, dan dosen pembimbing BEM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Vanya Zelia. Setelah kata sambutan, peserta dipersilahkan untuk makan dan solat sebelum akhirnya berangkat menuju lokasi pada pukul 19.00 hingga pada akhirnya sampai pada pukul 22.00  dan dilanjutkan dengan beristirahat.

Hari kedua dimulai dengan berolahraga pagi di lapangan untuk membangkitkan semangat peserta dengan menghirup udara segar puncak diiringi musik yang membangkitkan semangat. Setelah itu, peserta dipersilahkan untuk sarapan bersama sebelum akhirnya memulai materi pertama mengenai Selekta Eksekutif. Pada selekta eksekutif peserta dijelaskan mengenai peran, hak dan tugas organisasi eksekutif di universitas, lalu dilanjutkan beberapa Materi lainnya yaitu, kepemimpinan  dan management organisasi sebagai materi kedua, public speaking sebagai materi ketiga, kapita selekta legislatif sebagai materi keempat , pergerakan mahasiwa 1 sebagai materi kelima dan yang terakhir materi mekanisme sidang.

Pada materi mekanisme sidang, terjadi hal yang sangat menarik. Setelah pemberian materi mekanisme sidang oleh pemateri, peserta diajak untuk melakukan simulasi sidang secara langsung oleh pembicara. Dari peserta dipilih 3 orang menjadi pimpinan siding yang memimpin sidang tersebut dari awal hingga akhir. Dalam simulasi, peserta dituntut untuk menyelesaikan pembahasan sebuah program kerja dengan tertib, karena persidangan akan diricuhkan oleh panitia yang menyelinap dan berpura-pura sebagai peserta sidang.

Pada akhir terakhir, peserta diajak untuk bermain outbond, berlomba antar kelompok dan juga berenang. Peserta terlihat sangat semangat dan juga senang disaat melewati pos-pos permainan yang ada dan menjadi pemenangnya.

Setelah selesai bermain, peserta diberikan waktu untuk bersiap pulang sebelum dilakukan penutupan. Disaat penutupan, panitia mengumummkan beberapa peserta terbaik dan kelompok terbaik selama berlangsungnya PKMP ini. Peserta terbaik laki-laki dan perempuan dimenangkan oleh Alexander Jefry dan Ruth Putri M, lalu essay terbaik dimenangkan oleh Yoshi Paulina, dan terakhir kelompok terbaik dimenangkan oleh kelompok 2.

Peserta tiba kembali di Universitas pada hari minggu, tanggal 29 pukul 12.30 dan langsung diizinkan pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Kita doakan, Semoga kegiatan PKMP ini dapat terus berlangsung di tiap tahunnya dengan lebih baik lagi, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan, menambah pengalaman, bahkan membangun jiwa kepemimpinan mereka. (CN)